Newsletter‎ > ‎

Transportasi Massal Solusi Hadapi Urbanisasi

Source: www.beritajakarta.com, 20 November 2013
-------------------------------------------------------------

Laju urbanisasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang begitu pesat. Pada tahun 2025 diperkirakan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Hal ini tentu membuat permasalahan mobilitas perkotaan semakin kompleks. Untuk itu dibutuhkan pengendalian transportasi yang lebih baik.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan, di wilayah perkotaan dengan penduduk di atas 500 ribu jiwa, penyediaan angkutan massal merupakan sebuah kewajiban. Untuk wilayah perkotaan dengan penduduk di bawah 500 ribu jiwa, kebutuhan infrastruktur dilakukan dengan mempertahankan low cost traffic management dengan mensinergikan peran angkutan umum dan kualitas aksesibilitas penduduk.

"Peran insfrastruktur di kedua jenis wilayah perkotaan itu hendaknya dilihat terhadap dua hal, yaitu pertumbuhan ekonomi perkotaan dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup," ujar Armida, di sela-sela lokakarya transportasi perkotaan di kantor Bappenas, Rabu (20/11). 

Dikatakan Armida, pemerintah telah mengoperasikan 1.100 bus BRT (Bus Rapid Transit) yang tersebar di 15 kota. Keberadaan BRT tersebut telah mampu menampung mobilitas penduduk perkotaan sekitar 0,6 juta orang setiap hari di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Jabotabek dan beberapa kota lain telah dioperasikan sistem jalan rel perkotaan yang mendukung mobilitas penumpang, serta telah dilakukan integrasi dengan sistem tiket elektronik di 5 kota seperti, Palembang, Pekanbaru, Yogyakarta, Surakarta, dan DKI Jakarta.

"Tahun 2014, pemerintah telah menganggarkan pendanaan sebesar Rp 700 miliar untuk pembangunan tahap 1 jalan kereta api lingkar layang di DKI Jakarta dan Rp 382 miliar untuk sektor transportasi publik perkotaan. Hal ini dimaksudkan sebagai stimulus untuk penambahan angkutan massal di enam kawasan metropolitan," kata Armida.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang, Sarwo H
andayani menambahkan, untuk menuju perbaikan transportasi massal di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penataan di berbagai bidang, diantaranya dilanjutkannya kembali proyek monorel dan Mass Rapid Transit (MRT).

"Selain itu pengadaan 1.000 bus Transjakarta baik itu bus gandeng maupun bus single terus dilakukan. Kita lihat kemampuan anggarannya 1.000 (bus) itu sudah termasuk bus sedang juga. Maunya untuk bus Transjakarta itu sebanyak mungkin supaya jarak antar bus bisa dipangkas. Apalagi sterilisasi jalur bus sudah berjalan sekarang," tandasnya.

Reporter: lopi  | Editor: erik

Comments