Newsletter‎ > ‎

Perbaikan SistemTransportasi di Perkotaan

Source: wartaekonomi.co.id, 22 November 2013

Oleh Nur - Rubrik Infrastruktur

---------------------------------------------------------

WE.CO.ID, Jakarta- Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida. S. Alisjahbana mengungkapkan permasalahan transportasi perkotaan akan semakin kompleks. Maka perlu adanya perbaikan system transportasi di wilayah perkotaan, agar mobilitas penduduk dapat semakin lebih cepat.

“Apalagi tahun 2025, diperkirakan lebih dari 60% penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan” ungkapnya pada acara Lokakarya Pengembangan Transportasi Perkotaan (20/11/2013) di Jakarta.

Armida menjelaskan dalam dua hal yang berbeda di wilayah perkotaan yakni untuk wilayah perkotaan dengan penduduk diatas 500 ribu jiwa, penyediaan angkutan transportasi massal sebagai kewajiban. Sedangkan wilayah perkotaan dengan penduduk dibawah 500ribu jiwa, penyediaan kebutuhan infrastruktur dilakukan dengan prinsip low cost traffic management. Prinsip tersebut dengan mensinergikan peran angkutan umum dan kualitas aksesbilitas penduduk. “Kedua hal tersebut sangat penting, sebab terkait pertumbuhan ekonomi perkotaan dan kontribusi pada peningkatan kualitas hidupnya”jelas Armida.

Tahun 2014 saja, pemerintah sudah menganggarkan pendanaan sebesar Rp700milar untuk pembangunan tahap I jalan kereta api lingkar layang di ibukota ini. Selain itu, Rp 382 miliar untuk sektor public perkotaan. “ini menjadi pendorong kemudahan mobiltas penduduk yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi wilayah”ujar Armida. 

Hal ini senada dengan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priyatna bahwa pergerakan urbanisasi terasa sangat cepat. Apalagi semakin menumpuknya wilayah perkotaan akibat masyarakat desa yang berbondong-bondong ke wilayah tersebut. Sehingga munculnya kemacetan yang luar biasa dan mengakibatkan kerugian boros bahan bakar dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Sehingga solusi semuanya yakni perbaikan sistem transportasi di wilayah perkotaan misalnya angkutan umm “Jadi masyarakat kota akan selalu berminat menggunakan transportasi massal”ungkap Dedi.


Alnisa Septya Ratu

Foto: Warta Ekonomi/SY



Comments